Diagnosis Tuberculous Spondylitis atau Pott

Dokter Allen N Majorie

Rumah Sakit KPJ Penang Specialist Hospital

Asuransi Prudential

Minggu ini adalah minggu yang paling banyak elemen surprisenya dalam hidup saya. Berawal dari hanya pemeriksaan tulang belakang yang tidak sembuh hampir 1 tahun walaupun sudah opname, puluhan pengobatan dari dokter (MRI, tes darah, fisioterapi) hingga tradisional (akupunktur, chiropractic).
Akhirnya didapatkan hasil bahwa saya terdiagnosa TB (tuberculosis) Tulang. Jenis TB yang tidak menular, tidak menyerang paru-paru tapi menyerang ke tulang. Kabar baiknya adalah TB tulang ini 100% bisa disembuhkan.
Proses penyembuhannya butuh waktu 1 tahun dengan minum obat tanpa boleh berhenti. Tapi efek dari TB tulang yg sudah hampir 1 tahun ini adalah tulang belakang saya (L4, L5 dan disc diantaranya) sudah hancur digerogotin mikrobakteri TB. Begitu pula dengan lengan kiri. Jadi tindakan recoverynya adalah Operasi tulang belakang untuk membersihkan tulang yang hancur, membersihkan virus TB, mengambil sampel dan memasang sekrup untuk menstabilkan tulang yang sudah hancur. Dan operasi lengan untuk membersihkan virus TB.
Di saat mendengar berita tersebut, dunia serasa mau runtuh karena saya datang tidak dengan persiapan untuk melakukan tindakan operasi besar. Dan semua kekuatiran mengenai efek operasi tulang belakang, biaya, kondisi keluarga di Jakarta menyerang bersamaan.
Di saat seperti ini, satu-satunya yang bisa dilakukan hanya berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Dan Tuhan menjawab semuanya dengan luar biasa. Tuhan berikan ketengangan yang melampaui semua akal pikir di saat masuk ruang operasi. Seolah-olah Saya sama sekali tidak diberikan ruangan untuk bisa kuatir dan digantikan dengan damai yang luar biasa. Tuhan kirimkan orang2 disekeliling yang sangat membantu.

  • Lina Permata Sari, istri yang dengan sangat amat tenang mengkonfirmasi keputusan dan senantiasa menenangkan saya.
  • Hendi Adelin, partner bisnis, yang menemani dari proses awal hingga akhir dan banyak memberikan pandangan.
  • Allen N Majorie, teman di kuching yang rasanya sudah seperti keluarga, banyak menjelaskan dan membantu proses di Rumah sakit.
  • Jaksen Tamin, saudara kembar, yang hadir membantu, menemani dan berdiskusi untuk menghilangkan kekuatiran pasca operasi.
  • Ferry Irawan, agen dan leader saya di asuransi, yang secara mengejutkan hadir, memberikan moral support dan membantu mempersiapkan proses klaim disini. Yang sekaligus memberikan impresi baik bagaimana melakukan servis terhadap klien, sehingga saya juga bisa melakukan hal yg sama.

Di momen seperti ini, saya merasakan pentingnya memiliki asuransi dan agen yang tepat. Dan semua saudara dan teman2 yang dengan sangat amat cepat memberikan support yang tidak pernah saya bayangkan. Di tengah masa kekelaman yang kita alami, Tuhan tidak pernah tinggal diam.

“Kita ini ibarat gerbong kereta yang masuk kedalam terowongan gelap dan panjang bahkan kita tidak tahu terowangan ini mengarah kemana, tapi setiap terowongan ujungnya ada cahaya” - Habibie -


Dan untuk teman-teman yang mengalami sakit yang sama tapi seolah-olah tidak terdeteksi penyakit pada awalnya, disarankan coba cek lagi ke dokter dan lakukan tes lab (MRI dan tes darah) setelah beberapa waktu setelahnya.