Bayi Tabung

Introduction

banner bayi tabung
Kami Siap Bantu Anda
Cek Asuransi Anda

Pengertian Bayi Tabung ?

Kehadiran seorang anak sangat penting bagi pasangan suami-istri dalam kehidupan pernikahan. Hadirnya seorang anak memberikan arti bagi orang tua untuk mencurahkan kasih sayang dan melengkapi kebahagiaan bagi keluarga suami-istri. Namun, terdapat beberapa kondisi yang mengakibatkan sebagian pasangan suami-istri menjadi sangat sulit untuk memperoleh anak. Tak jarang, suatu pasangan suami-istri yang telah lama menikah namun belum memperoleh anak meski telah mencoba berbagai cara.

Saat ini, perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran menjadi solusi bagi pasangan suami-istri yang sulit untuk memperoleh keturunan. Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini memberikan harapan untuk memperoleh anak bagi suami-istri yang sulit memperoleh momongan dengan cara yang alami. Metode yang dapat menjadi solusi bagi pasangan suami-istri yang sulit untuk mempunyai anak dapat menggunakan metode bayi tabung.

Metode bayi tabung atau dalam bahasa kedokteran biasa disebut dengan in-vitro fertilization (IVF) adalah proses pembuahan sel telur istri dengan sel sperma suami di luar rahim istri. Proses pembuahan sel telur dengan sel sperma dilakukan di laboratorium rumah sakit yang menyediakan fasilitas yang mendukung metode bayi tabung. Proses pembuahan dilakukan di dalam suatu wadah yang steril dari berbagai mikroorganisme yang dilakukan dalam laboratorium. Dengan dilakukan di laboratorium, dokter dapat mengawasi proses pembuahan secara teliti demi meningkatkan keberhasilan program bayi tabung.

Saat ini, banyak rumah sakit di Malaysia yang telah menyediakan program bayi tabung bagi pasangan suami-istri yang ingin mendapatkan anak. Dengan tersedianya program bayi tabung yang dapat dilakukan di rumah sakit-rumah sakit di Malaysia, pasangan suami-istri tidak perlu lagi untuk pergi ke luar negeri untuk melakukan program bayi tabung. Program bayi tabung di Malaysia sendiri juga telah menjadi rujukan utama bagi berbagai pasangan suami-istri dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, China hingga Amerika Serikat untuk mendapatkan momongan melalui program bayi tabung.

Program bayi tabung di Malaysia memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan program bayi tabung di negara-negara lain. Program bayi tabung di Malaysia memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi yang dapat disetarakan dengan keberhasilan program-program bayi tabung di Eropa dan Amerika. Dengan biaya bayi tabung yang lebih murah bila dibandingkan di negara lain, program bayi tabung di Malaysia memiliki berbagai kemudahan yang mendukung banyak pasangan suami-istri untuk mempunyai anak.

Pelaksanaan program bayi tabung tersebut memerlukan waktu yang cukup lama bagi pasangan suami istri yang meliputi pemeriksaan kondisi suami-istri hingga proses pembuahan di laboratorium rumah sakit. Sembari menunggu pelaksanaan program bayi tabung tersebut, pasangan suami-istri dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Selama proses program bayi tabung tersebut, hindari faktor stres terutama pada istri yang dapat berdampak pada menurunnya tingkat keberhasilan program bayi tabung.


Bagaimana Proses Bayi Tabung

Saat ini, perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran menjadi solusi bagi pasangan suami-istri yang sulit untuk memperoleh keturunan. Kemajuan teknologi di bidang kedokteran telah membantu banyak orang, salah satunya adalah teknologi program bayi tabung. Program bayi tabung saat ini menjadi solusi bagi pasangan suami-istri yang menginginkan untuk mempunyai momongan. Program bayi tabung merupakan harapan bagi para orang tua yang kesulitan untuk mempunyai anak dengan cara yang alami. Dengan adanya program bayi tabung, orang tua dapat memiliki momongan setelah menunggu sekian lama.

Dalam istilah medis, bayi tabung biasa disebut sebagai in vitro fertilization (IVF) karena dalam program bayi tabung dilakukan proses pembuahan di luar rahim perempuan. Dalam melakukan program bayi tabung, diperlukan waktu yang lama dan kesabaran yang tinggi karena dalam program bayi tabung tersebut memerlukan ketelitian yang tinggi agar program bayi tabung dapat berhasil.Dalam proses program pembuatan bayi tabung, terdapat beberapa prosedur yang dilakukan oleh rumah sakit penyedia program agar program bayi tabung berhasil.

Sebelum melakukan proses program bayi tabung, rumah sakit penyedia program bayi tabung akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan berupa wawancara mengenai kondisi medis pasangan suami-istri, pemeriksaan sistem reproduksi wanita, pemeriksaan dengan ultrasonography (USG) untuk melihat kondisi rahim wanita, pemeriksaan hormonal, analisis sperma dan konseling mengenai risiko dan keberhasilan program bayi tabung. Setelah proses pemeriksaan selesai, barulah dimulai program bayi tabung.

Terdapat beberapa proses yang harus dilalui dalam program bayi tabung. Proses yang harus dilalui antara lain yaitu :

  1. Tahapan Induksi Ovulasi

    Tahap Induksi Ovulasi dapat dibagi dalam dua fase, yaitu fase down regulationdan fase stimulasi. Fase down regulation merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu keadaan seperti menopouse agar indung telur siap menerima terapi stimulasi. Setelah fase down regulation selesai, tahapan induksi dilanjutkan dengan melakukan terapi stimulasi. Pada tahap ini isteri diberi obat yang merangsang indung telur, sehingga dapat mengeluarkan banyak ovumatau sel telur.

    Pada tahap stimulasi, dokter akan memberikan obat hormonal human chorionic gonadotropin (HCG) dalam bentuk suntik. HCG berperan pada pematangan sel telur istri. Melalui pemberian obat ini, dokter mengharapkan terjadinya pematangan folikel sel telur. Proses pematangan sel telur dalam rahim istri dipantau setiap hari dengan pemeriksaan darah isteri dan pemeriksaan ultrasonografi (USG).Tahapan induksi ovulasi membutuhkan waktu antara dua minggu hingga satu bulan.


  2. Tahapan Pengambilan Sel Telur

    Pada tahap pengambilan sel telur, terdapat beberapa syarat untuk memulai proses pengambila sel telur antara lain yaitu adanya tiga atau lebih folikel, yaitu suatu kantung cairan yang berisi oosit (sel dalam rahim) yang telah matang untuk membentuk sebuah sel telur yang berukuran 18 mm dan pertumbuhan folikelnya seragam. Folikel-folikel tersebut dicek kadar hormon estradiol apakah telah mencapai 200pg/ml/folikel matang. Apabila hasil pemeriksaan positif, sel telur kemudian dapat diambil.

    Pengambilan sel telurdilakukan dapat dilakukan melalui dua cara yaitu melalui pemegangan indung telur dengan penjepit dan dilakukan pengisapan. Pada cara pertama, cairan folikelyang berisi sel telur setelah diambil kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk menemukan apakah ditemukan sel telur. Cara kedua dengan menggunakan teknik Transvaginal Directed Oocyte Recovery, dimana folikel yang tampak di layar USG transvaginal diambil dengan jarum melalui vagina kemudian dilakukan pengisapan folikel yang berisi sel telur.


  3. Tahap Pembuahan Sel Telur

    Pada tahapan ini, setelah sel telur diambil dari rahim istri, doter juga akan mengambil sel sperma dari suami. Untuk mengambil sperma suami, dokter dapat melakukan dua cara yaitu masturbasi oleh suami ataupun melalui operasi. Umumnya, cara masturbasi merupakan cara paling sesuai untuk mendapatkan sperma suami. Namun, apabila hasil ejakulasi suami tidak menghasilkan sperma, maka dapat dilakukan tindakan operasi. Terdapat dua cara operasi untuk mendapatkan sel sperma, yaitu dengan Microsurgical Sperm Aspiration (MESA) dan Testicular Sperm Extraction (TESE) ke testis suami.

    Dokter kemudian mengambil ± 20.000 sel sperma untuk membuahi sel telur matang istri. Proses pembuahan dilakukan dalam sebuah cawan khusus. Proses pembuahan membutuhkan waktu 17-20 jam setelah pengambilan sel telur matang dari rahim istri. Apabila sel telur berhasil dibuahi dapat terlihat dari proses pembelahan sel untuk berkembang menjadi embrio.


  4. Pemindahan Embrio

    Pada proses pemindahan embrio, terdapat dua tahapan yaitu transfer embrio dan terapi penunjang kehamilan. Pada tahap transfer embrio, dokter akan mengawasi perkembangan embrio terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke rahim istri. Embrio mulai ditanamkan ketika embrio telah berkembang menjadi 8-10 sel saat ditanamkan ke dalam rahim. Setelah dokter memastikan kesiapan embrio, embrio kemudian dipindahkan 2-3 hari kemudian ke dalam rahim istri.

    Setelah embrio berhasil ditanamkan ke dalam rahim istri, dokter akan memberikan kepada istri obat penunjang kehamilan yang bekerja untuk menguatkan rahim istri. Tujuan dari terapi ini untuk memperiapkan rahim menerima embrio sehingga embrio bisa berkembang normal dalam rahim. Selama tahap ini, istri diusahakan untuk menghindari stres yang dapat berisiko terhadap keberhasilan program bayi tabung.

Dokter kemudian akan melakukan beberapa pengecekan terhadap proses perkembangan embrio dalam rahim. Dokter akan melakukan tes kehamilan dan pengecekan melalui USG. Apabila tes kehamilan positif dan dari hasil USG menunjukkan adanya perkembangan embrio, maka program bayi tabung berhasil dan dokter akan menjadwalkan kapan ibu datang untuk mengetahui progres kehamilan ibu.


Program Bayi Tabung.

Program bayi tabung merupakan program yang sering digunakan bagi pasangan yang menginginkan untuk mempunyai momongan setelah sekian lama. Program bayi tabung menjadi solusi bagi setiap pasangan yang sulit untuk mempunyai anak. Dalam istilah medis, bayi tabung biasa disebut sebagai in vitro fertilization (IVF) karena dalam program bayi tabung dilakukan proses pembuahan di luar rahim perempuan. Bagi orang tua, dibutuhkan waktu yang lama dan mesti ekstra sabar karena bagi tenaga medis program bayi tabung memerlukan ketelitian yang tinggi agar tingkat keberhasilannya tinggi.

Dalam proses program pembuatan bayi tabung, terdapat beberapa prosedur yang dilakukan oleh rumah sakit penyedia program agar program bayi tabung berhasil. Proses dalam pembuatan bayi tabung dilakukan dengan menggabungkan sel telur dari rahim perempuan dengan sel sperma dari laki-laki di luar rahin. Setelah proses pembuahan sel telur oleh sel sperma, sel telur yang telah dibuahi dalam bentuk embrio kemudian ditanamkan ke dalam rahim perempuan. Dokter kemudian akan menilai kondisi ibu setiap bulannya agar proses pembuatan bayi tabung berhasil.

Program bayi tabung dapat dilakukan pada ibu dengan beberapa kondisi tertentu seperti gangguan pada saluran indung telur, gangguan pembuahan, adanya jaringan di luar rahim yang dapat mengganggu pembuahan, adanya tumor jinak di dalam rahim dan kondisi infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya. Sebelum menjalani program bayi tabung, ibu akan diminta melaukan beberapa tes untuk melihat kesiapan rahim seperti Ovarian reserve testing untuk melihat kualitas sel telur ibu, ultrasonography untuk mengecek saluran rahim, pemeriksaan infeksi menular seksual dan analisa semen pada suami untuk melihat kualitas sperma.

Sebelum dilakukan program bayi tabung, tim dokter yang terdiri dari ahli kandungan akan menyiapkan kondisi ibu agar siap melakukan program bayi tabung. Ibu akan diminta untuk mennyuntikkan obat stimulator berupa human chorionic gonadotropin (hCG) untukproduksi sel telur. Dokter juga akan mengecek kondisi rahim ibu agar dokter dapat menentukan teknik yang sesuai dengan kondisi ibu. Dokter juga memastikan status kesehatan ibu seperti memastikan ibu tidak terkena HIV. Dokter juga memeriksa kondisi suami dengan melakukan tes sperma untuk memastikan kualitas dan kuantitas sperma saat proses pembuahan.

Setelah terjadi proses pematangan sel telur di dalam rahim ibu, dokter kemudian akan mengambil sel telur yang matang dengan bantuan ultrasonography maupun laparoskopi. Dokter juga mengambil sel sperma dari proses ejakulasi suami atau mengambil langsung dari testis dengan jarum. Pengambilan sel sperma dilakukan bersamaan dengan sel telur agar memastikan kesegaran sel sperma dan meningkatkan keberhasilan proses pembuahan. Sel sperma dipastikan memiliki motilitas atau kemampuan gerak yang baik agar proses pembuahan sel telur berjalan dengan lancar.

Sel telur kemudian diinkubasi dalam cairan untuk dibuahi oleh sel sperma. Proses pembuahan dilakukan di rumah sakit dengan menggunakan beberapa sel telur yang telah diambil dari rahim ibu. Sel telur di ambil dalam jumlah banyak agar meningkatkan kesempatan agar ibu dapat hamil. Apabila kondisi sperma baik, sperma dipisahkan komponen-komponen lain dari hasil ejakulasi suami kemudian dipilih sel yang paling bagus. Sekitar 10.000 sperma kemudian akan ditempatkan dengan telur pada wadah khusus. Wadah ini kemudian akan diinkubasi di laboratorium. Dalam waktu 12-24 jam diharapkan sudah terjadi pembuahan antara sperma dengan telur.

Setelah proses pembuahan berhasil, dokter kemudian memindahkan hasil pembuahan berupa embrio ke rahim ibu. Sebelum dilakukan penananman embrio, ibu akan diminta mengonsumsi hormon progesteron untuk menyiapkan rahim ibu sehingga rahim siap menerima embrio. Hormon tersebut dapat diberikan dengan cara suntik ataupun dengan cara mengonsumsi dalam bentuk pil. Setelah proses menaruh embrio di dalam rahim berhasil, ibu akan diminta berbaring sebentar untuk memonitor kondisi ibu. Ibu kemudian dapat pulang setelah dokter melihat kondisi ibu stabil.

Untuk memastikan proses bayi tabung berhasil, anda kemudian akan diminta untuk datang kembali ke rumah sakit setelah 12-14 hari untuk melakukan tes kehamilan. Selama kurun waktu tersebut, ibu mungkin merasa sedikit mual dan muntah, lemas dan pusing. Ibu dapat mengonsultasikan kondisi tersebut dengan dokter sekaligus melakukan tes kehamilan. Jika tes positif, dokter akan menjadwalkan konsultasi kehamilan agar anda dapat konsultasi secara rutin mengenai kondisi kehamilan ibu. Sedangkan bila tes negatif, dokter akan menghentikan konsumsi pil progesteron dan kemudian ibu dapat kembali haid dalam kurun waktu 1 minggu.

Bagi Anda yang ingin mengatahui rincian biaya bayi tabung sendiri, saat ini masih cukup terjangkau. Banyak rumah sakit yang menawarkan biaya program bayi tabung yang terjangkau. Malaysia adalah salah satu negara yang menawarkan paket program bayi tabung lengkap dengan biaya yang terjangkau. Di tangani oleh dokter berpengalaman serta didukung alat-alat canggih nan modern.


Prosedur Bayi Tabung

Saat ini, program bayi tabung semakin diminati oleh masyarakat luas. Program bayi tabung menjadi alternatif bagi tiap pasangan yang ingin mempunyai momongan. Adanya teknologi bayi tabung menjadi harapan bagi para orang tua yang sulit untuk mendapatkan anak melalui cara alami. Dengan adanya teknologi bayi tabung, harapan setiap orang tua untuk memiliki anak dapat tercapai dan melengkapi kebahagiaan keluarga yang semakin lengkao dengan adanya seorang anak.

Dalam istilah medis, program bayi tabung dikenal sebagai in vitro fertilization (IVF). Program bayi tabung dilakukan dengan melakukan pembuahan sel telur dari istri dengan sel sperma suami dalam suatu gelas kaca yang dilakukan di laboratorium. Pembuahan tersebut dilakukan diluar rahim istri untuk memastikan proses pembuahan berhasil. Program bayi tabung tersebut membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit agar program bayi tabung berhasil. Oleh karena itu, orang tua perlu bersabar dan menyiapkan diri dalam mengikuti program bayi tabung.

Pada program bayi tabung, terdapat prosedur yang dilakukan untuk melaksanakan program bayi tabung. Prosedur yang dilakukan dalam program bayi tabung antara lain yaitu :

  1. Pengecekan kondisi kesehatan pasien

    Sebelum dapat mengikuti program bayi tabung, dokter akan memeriksakan kondisi suami istri untuk mengecek kondisi kesehatan suami istri. Pengecekan kondisi kesehatan pasien dilakukan untuk memastikan kondisi kesiapan rahim istri selama program bayi tabung agar tidak ada penyulit selama program bayi tabung. Selain itu, pengecekan kondisi pasien juga dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab pasangan menjadi sulit hamil sehingga dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk program bayi tabung.


  2. Stimulasi untuk merangsang indung telur

    Setelah memastikan kondisi pasien, dokter akan menstimulasi rahim istri untuk merangsang indung telur agar dapat menghasilkan sel telur. Dokter akan menyuntikkan hormon penstimulus pematangan indung telur agar rahim istri dapat ovulasi. Stimulasi juga dilakukan untuk meningkatkan jumlah sel telur agar sel telur dapat diambil dengan jumlah banyak sebagai cadangan. Sehingga semakin banyak sel telur yang diambil, semakin besar kemungkinan program bayi tabung berjalan sukses.


  3. Pemantauan pertumbuhan folikel (cairan berisi sel telur di indung telur)

    Untuk memastikan kondisi rahim istri, dokter akan mengcek kondisi rahim istri dengan alat ultrasonografi (USG). USG digunakan untuk mengetahui isi yang terdapat di dalam folikel apakah sudah terjadi pematangan sel telur. Selain dengan USG, dokter akan mengecek kadar hormon untuk memastikan kondisi kesiapan istri untuk tahap prosedur bayi tabung selanjutnya.


  4. Pematangan sel telur

    Ketika kondisi folikel dalam rahim istri telah siap, dokter akan menyuntikkan obat hormon untuk mematangkan sel telur untuk dapat diambil dari rahim istri. Proses pematangan sel telur dapat dilakukan selama ± 10 hari tergantung kematangan sel telur dalam rahim. Dokter akan memantau kadar hormon estradiol pada istri untuk memastikan bahwa sel telur dari rahim istri telah dapat diambil.


  5. Pengambilan sel telur

    Setelah sel telur dalam rahim istri telah matang, dokter kemudian akan mengambil sel telur dari rahim istri dengan melakukan penjepitan secara langsung atau penghisapan sel telur. Proses pengambilan sel telur diambil dengan panduan USG agar dokter dapat mengambil sel telur secara tepat dan tidak salah ketika dalam proses pengambilan sel telur.


  6. Pengambilan sel sperma

    Sel sperma diambil dari suami bersamaan dengan tahap pengambilan sel telur. Suami akan diminta masturbasi untuk diambil spermanya. Apabila suami kesulitan, dokter dapat melakukan pengambilan sel sperma melalui jarum dan mengambil sel sperma langsung dari testis suami. Untuk membuahi sel telur istri, dokter akan mengambil ± 20.000 sel sperma untuk membuahi sel telur matang istri.


  7. Pembuahan

    Proses pembuahan dilakukan dengan mempertemukan sel telur istri dengan sel sperma suami. Proses pembuahan dilakukan dalam suatu cawan steril di laboratorium. Proses pembuahan membutuhkan waktu 17-20 jam setelah pengambilan sel telur matang dari rahim istri. Apabila sel telur berhasil dibuahi dapat terlihat dari proses pembelahan sel untuk berkembang menjadi embrio.


  8. Transfer embrio ke rahim

    Sebelum embrio dipindahkan dari wadah khusus ke rahim, dokter akan mengecek kondisi embrio apakah telah siap untuk dipindahkan. Dokter juga akan mengecek kondisi rahim istri untuk melihat apakah rahim telah siap mengandung embrio. Apabila kondisi rahim telah siap untuk menerima embrio, dokter akan memindahkan embrio dari wadah khusus ke rahim istri. Dokter kemudian akan memonitor kondisi istri setelah embrio ditransfer ke rahim ibu.


  9. Penunjangan rahim

    Setelah proses transfer embrio selesai, dokter akan memonitor kondisi rahim istri agar dapat menunjang pertumbuhan embrio. Dokter akan memberikan obat penguat rahim untuk dikonsumsi selama beberapa hari agar rahim dapat kuat menunjang pertumbuhan calon janin. Istri akan diminta datang ke rumah sakit beberapa hari kemudian untuk mengecek kondisi rahim istri dan memantau kemajuan kehamilan istri.


  10. Proses penyimpanan embrio

    Apabila embrio yang dihasilkan berlebih, maka embrio dapat disimpan dengan cara dibekukan dalam nitrogen cair. Apabila pasangan suami-istri berniat menambah anak, mereka dapat datang ke rumah sakit dan melakukan transfer embrio ke rahim ibu. Kualitas embrio tidak terpengaruhi oleh lama penyimpanan, sehingga orang tua dapat menentukan kapan akan melakukan program bayi tabung lagi.

Program bayi tabung memberikan harapan bagi pasangan suami-istri untuk mendapatkan anak. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit, namun dengan adanya program bayi tabung maka setiap pasangan suam-istri dapat melengkapi kebahagiaan keluarga dengan memiliki anak. Dengan adanya mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan dengan patuh, maka harapan setiap keluarga untuk memiliki anak dapat terwujud dan melengkapi kebahagiaan dalam keluarga.


Estimasi Biaya Program Bayi Tabung

Bayi tabung merupakan salah satu terobosan di bidang medis untuk membantu pasangan yang memiliki masalah untuk memiliki anak. Adanya metode bayi tabung untuk memiliki momongan menjadi harapan bagi pasangan. Dalam bahasa medis, bayi tabung juga disebut dengan in vitro fertilization (IVF). Tidak sama dengan kehamilan pada umumnya, di mana proses pembuahan terjadi di dalam tubuh, proses bayi tabung memiliki beberapa prosedur tertentu. Biasanya prosedur bayi tabung dilakukan setelah konsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan.

Terdapat beberapa prosedur yang mesti dilakukan dalam proses pembuatan bayi tabung. Proses pembuatan bayi tabung dilakukan dengan menggabungkan sel telur dari rahim perempuan dengan sel sperma dari laki-laki di luar rahin. Setelah proses pembuahan sel telur oleh sel sperma, sel telur yang telah dibuahi dalam bentuk embrio kemudian ditanamkan ke dalam rahim perempuan. Sebelum melakukan proses pembuatan bayi tabung, perempuan mesti melakukan beberapa prosedur seperti penyuntikkan hormon untuk produksi sel telur, pengecekan dengan ultrasonography, dan pengambilan sel sperma yang berbarengan dengan pengambilan sel telur.

Mengenai estimasi biaya bayi tabung sendiri bisa sangat beragam, bergantung dari rumah sakit yang menyediakan layanan penyedia jasa bayi tabung tersebut. Biaya yang diperlukan untuk proses pembuatan bayi tabung antara lain untuk :

  1. Registrasi kesediaan mengikuti program bayi tabung.
  2. Analisis sperma dari suami untuk mengetahui kondisi sel sperma.
  3. Tindakan pembuatan bayi tabung.
  4. Penggunaan obat-obatan seperti hormon stimulus pematangan sel telur.
  5. Pemeriksaan laboratorium untuk mengecek status kehamilan.
  6. Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

Selain proses-proses yang dilakukan tersebut, rumah sakit juga menyediakan beberapa fasilitas untuk menunjang proses bayi tabung yang dapat dipilih sesuai kondisi pasangan. Beberapa layanan penunjang dari proses bayi tabung antara lain yaitu :

  1. Penyimpanan sperma (sperm/embryo deposit)
  2. Pembekuan sperma/embrio (sperm/embryo freezing)
  3. FET (Frozen Embryo Transfer)
  4. IMSI treatment
  5. PGS (Pre-implantation Genetic Screening)
  6. Assisted hatching
  7. Pengambilan sel telur (ovum pick up)
  8. Preparasi sperma
  9. Pembuahan dan kulturisasi telur (ICSI)
  10. Transfer embrio

Rumah sakit yang menyediakan proses bayi tabung dapat menggunakan sistem pembayaran proses bayi tabung berbeda-beda. Rumah sakit dapat menerapkan sistem pembayaran di muka untuk satu paket program bayi tabung. Namun, rumah sakit dapat pula menerapkan biaya bayi tabung per tindakan sembari menawarkan program-program yang dapat menunjang proses bayi tabung. Rumah sakit dapat menjelaskan bagaimana tindakan-tindakan yang diperlukan dalam proses bayi tabung dan biaya-biaya layanan tambahan yang diperlukan untuk proses penunjang.

Kapan Anda harus ke dokter.my

Saat  Anda telah bertemu dengan dokter local Anda dan melakukan beberapa tes dan menurut Anda perlu “Second Opinion”. Anda dapat menghubungi dokter.my dengan mudah melalui layanan telepon, Aplikasi WhatsApp, juga dapat melalui website dengan menyertakan rekam medis Anda (X-ray, MRI).

bedah antroskopi

Video

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan atau informasi lebih lanjut silakan hubungi kami

https://github.com/bonecms/laravel-captcha